Mitos atau Fakta: Minum Air Es Saat Menstruasi Bisa Menyebabkan Kista

Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang terjadi sebagai bagian dari fungsi sistem reproduksi perempuan. Proses ini ditandai dengan peluruhan lapisan endometrium akibat tidak terjadinya pembuahan, dan berlangsung secara periodik setiap bulan pada perempuan usia reproduktif. Secara medis, menstruasi merupakan kondisi normal yang dikendalikan oleh mekanisme hormonal tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron (Guyton & Hall, 2021). Namun demikian, dalam kehidupan sosial, menstruasi tidak hanya dipahami sebagai fenomena biologis, melainkan juga dilekati oleh berbagai norma, larangan, dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Salah satu kepercayaan yang masih banyak dijumpai adalah larangan mengonsumsi air es selama menstruasi. Larangan ini umumnya dikaitkan dengan anggapan bahwa minuman dingin dapat menghambat aliran darah menstruasi serta berdampak buruk pada kesehatan organ reproduksi. Dalam narasi yang lebih ekstrem, konsumsi air es saat menstruasi bahkan dianggap dapat menyebabkan terbentuknya kista ovarium. Karena diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan oleh lingkungan terdekat, anggapan tersebut sering diterima sebagai kebenaran tanpa melalui peninjauan ilmiah yang memadai.

Kepercayaan tersebut umumnya berangkat dari pengalaman subjektif individu, seperti munculnya rasa nyeri perut atau ketidaknyamanan setelah mengonsumsi minuman dingin saat menstruasi. Pengalaman tersebut kemudian digeneralisasi sebagai hubungan sebab akibat yang bersifat universal. Padahal, respons tubuh terhadap makanan dan minuman sangat dipengaruhi oleh perbedaan kondisi fisiologis, sensitivitas saraf, serta faktor psikologis masing-masing individu (Mayo Clinic, 2022). Oleh karena itu, pengalaman personal tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan adanya risiko medis tertentu.

Dalam perspektif medis, kista ovarium merupakan kondisi yang relatif umum ditemukan pada perempuan usia reproduktif. Sebagian besar kista bersifat fungsional dan terbentuk sebagai bagian dari proses ovulasi normal, yang erat kaitannya dengan keseimbangan hormon dalam tubuh (ACOG, 2023).

Faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan kista antara lain gangguan ovulasi, ketidakseimbangan hormon, serta kondisi medis tertentu, bukan dipengaruhi oleh suhu makanan atau minuman yang dikonsumsi. Hingga saat ini, tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan kausal antara konsumsi air es saat menstruasi dan pembentukan kista ovarium.

Berdasarkan perbedaan antara kepercayaan yang berkembang di masyarakat dan penjelasan ilmiah tersebut, diperlukan kajian yang lebih objektif dan berbasis bukti. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara kritis anggapan mengenai larangan minum air es saat menstruasi dengan meninjau mekanisme menstruasi dan faktor penyebab kista ovarium dari sudut pandang medis. Dengan demikian, diharapkan artikel ini dapat membantu pembaca membedakan antara mitos dan fakta, serta mendorong sikap yang lebih rasional dalam menyikapi informasi terkait kesehatan reproduksi perempuan.

Asal-Usul Keyakinan Tersebut

Keyakinan mengenai larangan mengonsumsi air dingin saat menstruasi umumnya berasal dari tradisi lisan yang berkembang dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam kepercayaan tersebut, air dingin diyakini dapat menghambat aliran darah menstruasi sehingga darah dianggap tidak keluar secara optimal dari tubuh. Anggapan ini kemudian dikaitkan dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan reproduksi, termasuk kista ovarium. Namun, pandangan tersebut lebih banyak didasarkan pada penafsiran tradisional dan pengalaman turun-temurun, bukan pada penjelasan fisiologis yang berbasis bukti ilmiah (IDN Times, 2022).

Selain tradisi lisan, pengalaman subjektif individu turut memperkuat keyakinan tersebut. Beberapa perempuan melaporkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri perut atau peningkatan kram, setelah mengonsumsi minuman dingin saat menstruasi. Pengalaman ini kemudian diceritakan kembali dan diterima oleh orang lain sebagai kebenaran umum. Padahal, respons tubuh terhadap suhu makanan dan minuman sangat dipengaruhi oleh kondisi fisiologis masing-masing individu, termasuk sensitivitas saraf dan sistem pencernaan (OnlyMyHealth, 2021).

Perbedaan pola tubuh setiap individu sering kali diabaikan ketika pengalaman personal digeneralisasi. Kondisi seperti kram menstruasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kadar hormon, tingkat stres, pola makan, dan aktivitas fisik. Ketika faktor-faktor tersebut tidak diperhitungkan, suatu pengalaman individual dapat berkembang menjadi anggapan kolektif yang seolah-olah bersifat universal. Oleh karena itu, kepercayaan ini belum tentu sepenuhnya salah dalam konteks budaya, tetapi tetap perlu diuji kembali melalui pendekatan ilmiah yang objektif (AFP Fact Check, 2022).

Menstruasi dan Respons Tubuh

Secara fisiologis, menstruasi merupakan proses peluruhan lapisan endometrium yang terjadi akibat tidak terjadinya pembuahan. Proses ini dikendalikan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron, serta kontraksi otot rahim yang membantu pengeluaran darah menstruasi (Guyton & Hall, 2021). Mekanisme tersebut berlangsung secara internal dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh suhu makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Kenyamanan tubuh selama menstruasi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi hormonal, status kesehatan, pola makan, tingkat stres, serta sensitivitas individu terhadap rangsangan tertentu. Menurut Mayo Clinic (2022), nyeri menstruasi atau dismenore terutama dipicu oleh peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi rahim lebih kuat. Faktor eksternal seperti minuman dingin dapat memengaruhi rasa nyaman sebagian orang, tetapi tidak memiliki peran langsung dalam proses menstruasi itu sendiri.

Dalam konteks ini, air dingin tidak dapat dikatakan sebagai pemicu penyakit reproduksi. Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menyesuaikan suhu minuman yang dikonsumsi sebelum mencapai organ dalam. Oleh karena itu, air dingin tidak secara langsung memengaruhi rahim atau ovarium. Ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian perempuan setelah minum air dingin lebih berkaitan dengan sensitivitas individu terhadap suhu, bukan akibat gangguan patologis pada sistem reproduksi (Alodokter, 2023).

Di Mana Letak Mitos dan Di Mana Kemungkinan Fakta

Anggapan bahwa mengonsumsi air es saat menstruasi secara langsung dapat menyebabkan kista ovarium merupakan bentuk mitos kesehatan. Hingga saat ini, tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan kausal antara konsumsi minuman dingin dengan pembentukan kista ovarium. Secara medis, kista ovarium lebih banyak berkaitan dengan proses ovulasi dan ketidakseimbangan hormon, bukan dengan faktor suhu makanan atau minuman (Mayo Clinic, 2022; ACOG, 2023).

Namun demikian, terdapat aspek yang sering disalahartikan sebagai fakta. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan dingin atau konsumsi makanan dan minuman dingin dapat berasosiasi dengan peningkatan rasa nyeri menstruasi pada sebagian individu tertentu. Penelitian yang dimuat dalam National Library of Medicine menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan mengonsumsi makanan dingin dan tingkat dismenore, meskipun tidak menunjukkan hubungan dengan penyakit reproduksi seperti kista ovarium (Zhang et al., 2023).

Dengan demikian, batas antara mitos dan fakta terletak pada cara informasi tersebut dipahami. Mitos muncul ketika pengalaman subjektif digeneralisasi tanpa dasar ilmiah, sedangkan fakta didasarkan pada hasil penelitian dan penjelasan medis yang dapat diuji. Pemahaman yang tepat mengenai perbedaan ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada ketakutan yang tidak berdasar, sekaligus tetap peka terhadap kondisi tubuh masing-masing.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada pendahuluan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa keyakinan mengenai konsumsi air es saat menstruasi sebagai penyebab kista ovarium merupakan pemahaman yang berkembang di masyarakat melalui tradisi lisan dan pengalaman personal, bukan berdasarkan bukti medis yang teruji. Hingga saat ini, tidak ditemukan dasar ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara minum air dingin atau air es dengan pembentukan kista ovarium. Secara fisiologis, kista ovarium lebih berkaitan dengan proses hormonal dan mekanisme ovulasi yang berlangsung secara internal.

Meskipun demikian, perbedaan respons tubuh selama menstruasi merupakan hal yang nyata dan tidak dapat diabaikan. Pada sebagian perempuan, konsumsi minuman

dingin dapat memicu rasa tidak nyaman, seperti kram atau nyeri perut, yang berkaitan dengan sensitivitas individu terhadap suhu dan kondisi tubuh tertentu. Respons ini bersifat subjektif dan tidak dapat digeneralisasi sebagai indikator gangguan kesehatan reproduksi.

Dengan demikian, pemahaman yang kritis dan berbasis bukti ilmiah menjadi penting dalam menyikapi berbagai mitos seputar menstruasi. Edukasi kesehatan reproduksi yang tepat diharapkan mampu membantu masyarakat membedakan antara pengalaman personal dan fakta medis, sehingga individu dapat mengambil keputusan yang lebih rasional, proporsional, dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Daftar Pustaka

Alodokter.    (2023).    Benarkah    minum     air     dingin    saat                      haid         berbahaya?

https://www.alodokter.com/benarkah-minum-air-dingin-saat-haid-berbahaya American College of Obstetricians and Gynecologists. (2023). Ovarian cysts.

https://www.acog.org/womens-health/faqs/ovarian-cysts

AFP Fact Check. (2022). Minum air dingin saat menstruasi tidak menyebabkan kista. https://factcheck.afp.com/

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.).

Elsevier.

IDN      Times.      (2022).      Mitos      atau      fakta minum      es               saat         haid. https://www.idntimes.com/health/medical

Mayo          Clinic.          (2022).          Menstrual          cramps        (dysmenorrhea). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps

Mayo                     Clinic.                     (2022).                  Ovarian                  cysts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cysts

OnlyMyHealth.     (2021).     Cold     drinks     during     periods:                              Myth        or          fact?

https://www.onlymyhealth.com/

Zhang, Y., Liu, J., & Wang, X. (2023). Association between dietary habits and primary dysmenorrhea among young women. Journal of Obstetrics and Gynaecology Research,                                         49(3),                                                         1021–1029.

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/

Facebook
X
Threads
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event Kami

Ruang Kata 4

Artikel Populer

Artikel Terkait

Translate »