Saat ini banyak remaja yang aktif di berbagai kegiatan kampus ataupun sekolah. Berdasarkan data GoodStats, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler pada jenjang SMA/SMK sederajat mencapai 64,19%. Sementara itu, di jenjang pendidikan tinggi, persentase mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan tercatat sebesar 26,65%. Dengan kesibukan yang menumpuk seringkali membuat mereka mengabaikan pola makan, tidur dan bahkan mengabaikan kesehatan mental. Apakah kalian pernah melihat teman sebaya yang mengalami hal tersebut, atau jangan-jangan kita sendiri sedang berada di posisi itu?
Pengalaman Menghadapi Siklus Menstruasi yang Tertunda
Fenomena di atas dialami oleh aku, seorang remaja yang aktif mengikuti kepanitian di kegiatan kampus. Kesibukannya menjadi seorang sekretaris kegiatan membuat aku harus mengelola berkas kegiatan dengan tenggat waktu yang sedikit. Belum lagi aku harus mengerjakan tugas kuliahnya. Aktivitas yang padat mempengaruhi pola hidupnya, dimana aku jadi lebih sering begadang untuk mengerjakan tugas, mengabaikan makan ataupun minum karena terlalu fokus untuk mempersiapkan kegiatan kampus.
Tekanan fisik dan mental menyebabkan aku mengalami burnout, energi terkuras, serta mengalami pola makan dan tidur yang tidak teratur. Tetapi, karena aku terlalu fokus dengan kesibukanku sehingga tidak menyadari bahwa aktivitas yang berlebihan sangat berdampak terhadap tubuh.
Setelah menyelesaikan satu kegiatan di Kampus, aku mulai memperhatikan bahwa menstruasi belum datang dimana terlambat selama satu bulan penuh. Dari situlah kepanikanku muncul, aku mulai mencari informasi melalui internet terkait keterlambatan menstruasi seperti yang dialami. Selain itu, aku bertanya kepada teman atau saudaranya yang mengalami hal serupa.
Menemukan Pentingnya Self Awareness dan Self Management
Keterlambatan menstruasi membuat aku sadar bahwa kejadian itu merupakan respon tubuh akibat dari pola hidup yang kurang baik selama satu bulan terakhir.

Dari situlah aku belajar akan pentingnya self awareness, dimana seharusnya aku bisa menjaga kesehatan dengan melakukan pola makan yang baik. Selain itu, aku merasa bahwa perlu untuk mengelola waktu dengan baik agar waktu istirahat cukup sehingga energinya tidak terkuras. Kita bisa belajar bahwa self management merupakan hal yang sangat penting untuk semua orang miliki.
Kenapa Bisa Terjadi Keterlambatan Menstruasi?
Kondisi yang aku alami bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
1.Kekurangan atau Kelebihan Gizi
Kekurangan atau kelebihan gizi pada perempuan dapat menurunkan fungsi hipotalamus sehingga menghambat hipofisis anterior dalam menghasilkan FSH dan LH (Savitri et al., 2019). FSH dan LH berperan dalam pematangan sel telur, ovulasi, dan terjadinya menstruasi (Nurhuda & Fathurrahman, 2019). Gangguan produksi hormon tersebut dapat menyebabkan gangguan menstruasi.
2. Stress
Stres dapat menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi melalui aktivasi sistem limbik yang merangsang pelepasan corticotropin releasing hormone (CRH). Peningkatan CRH akan menghambat sekresi gonadotropin releasing hormone (GnRH) serta meningkatkan hormon adrenocorticotropic (ACTH) dan kortisol. Kondisi ini dapat menurunkan kadar GnRH dan menyebabkan gangguan siklus menstruasi.
3. Kualitas Tidur yang Tidak Baik
Kualitas tidur yang buruk dapat menghambat produksi hormon melatonin. Hormon melatonin berfungsi untuk menentukan produksi estrogen, jika terjadi penurunan hormon melatonin maka akan berdampak pada peningkatan estrogen dan lebih lanjut lagi akan mempengaruhi siklus menstruasi pada wanita (Lovani., 2019).

Siklus menstruasi, dapat dilihat bahwa proses haid terjadi melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan dan dipengaruhi oleh keseimbangan hormon dalam tubuh. Siklus dimulai dari fase menstruasi, kemudian berlanjut ke fase pra-ovulasi dimana hormon FSH membantu pematangan folikel dan hormon estrogen mulai meningkat. Selanjutnya, lonjakan hormon LH memicu terjadinya ovulasi.
Setelah ovulasi, tubuh memasuki fase pasca-ovulasi yang ditandai dengan peningkatan hormon progesteron untuk mempersiapkan lapisan rahim. Namun, ketika tubuh mengalami kelelahan fisik dan mental akibat stres, pola tidur yang buruk, serta pola makan yang tidak teratur seperti yang dialami aku, keseimbangan hormon dapat terganggu. Gangguan ini dapat menyebabkan ovulasi tertunda atau bahkan tidak terjadi, sehingga fase berikutnya ikut bergeser dan menstruasi menjadi terlambat hingga satu bulan.
Saatnya Lebih Peduli !
Kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Tubuh memiliki cara tersendiri untuk memberi tanda saat kita terlalu lelah, salah satunya melalui gangguan siklus menstruasi. Oleh karena itu, mari mulai lebih peduli pada diri sendiri dengan menjaga pola makan bergizi, mengelola stres, dan mencukupi waktu istirahat. Menjaga kesehatan berarti menghargai tubuh agar siklus menstruasi tetap lancar dan aktivitas dapat dijalani secara optimal.
“Menjaga kesehatan bukan tentang berhenti beraktivitas, tetapi tentang memberi tubuh waktu untuk bernapas.”
Referensi :
Azzura, F., Fajria, L., & Wahyu, W. (2023). Siklus Menstruasi Pada Kualitas Tidur. Penerbit Adab.
Fauziah, E. N. (2022). Literature Review Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi Remaja Puteri. Jurnal Permata Indonesia, 13(2), 116–125.
Jayanti, R., Nasution, A. S., Munir, R., & Ariandini, S. (2022). Determinan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi. Jurnal Kesehatan Vokasional, 7(2).
Shahibah, A. (2025, October 10). Siswa SMP jadi pelajar yang paling aktif ikut ekskul. GoodStats. https://data.goodstats.id/statistic/siswa-smp-jadi-pelajar-yang-paling-aktif-ikut-ekskul-Qxv1V





