Sadar Self-Love, Stop Self-Harm: Misi Penting Health Heroes Facilitator di SMPN 22 Kota Tangerang

Health Heroes Facilitator (HHF) Goes to School sukses diselenggarakan di SMPN 22 Kota Tangerang pada Selasa, 31 Maret 2026 diikuti oleh 60 siswi kelas 7 sebagai pesertanya. Kegiatan ini merupakan kolaborasi RISE Foundation dan Project HOPE, dengan dukungan dari Kimberly-Clark Corporation. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkuat pemahaman siswi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan mental di lingkungan sekolah.

Melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya self-love, siswi diharapkan memahami bahwa self-harm bukanlah solusi atas permasalahan emosional. Sebaliknya, mereka didorong untuk lebih mengenali potensi diri, membangun motivasi, serta menumbuhkan pola pikir positif terhadap diri sendiri. Kesadaran hal tersebut menjadi sangat penting mengingat masa remaja terutama bagi perempuan merupakan fase transisi yang krusial, di mana terjadi perubahan signifikan baik secara fisiologis maupun psikologis. Perkembangan sistem reproduksi tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memiliki korelasi erat dengan kondisi kesehatan mental.

Memahami kedua aspek ini merupakan kunci untuk mencapai hidup yang lebih bermakna dan bahagia di masa depan. Secara biologis, perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi dapat mempengaruhi neurotransmiter di otak, seperti serotonin, yang mengatur suasana hati.

Fenomena ini sering kali bermanifestasi dalam bentuk perubahan emosi yang drastis atau mood swings. Tanpa literasi yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, remaja putri cenderung merasa cemas atau tertekan terhadap perubahan alami yang terjadi pada tubuh mereka. Selain aspek biologis, tantangan sosial seperti standar kecantikan dan tekanan teman sebaya sering kali memperburuk kondisi mental remaja putri. Oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi harus mencakup tentang pemahaman diri bahwa perubahan fisik merupakan proses alami bagi setiap individu serta mengenali apa saja gejala gangguan kecemasan atau depresi yang mungkin muncul akibat ketidaksiapan menghadapi fase pubertas.

Menyadari hal tersebut, tim Health Heroes Facilitator hadir di SMPN 22 Tangerang untuk membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman bagi para siswa. Kegiatan ini dibagi menjadi empat sesi yang seru. Di sesi pertama, suasananya dibuat lebih tenang karena setiap peserta diminta menulis surat untuk dirinya sendiri. Tujuannya supaya mereka bisa lebih menghargai diri sendiri, memberikan motivasi, sekaligus berterima kasih atas semua kerja keras yang sudah dilakukan selama ini.

Setelah itu, masuk ke sesi kedua yang lebih ramai karena peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Di sini, mereka bebas berdiskusi dan bertukar pikiran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, cara memotivasi diri, hingga bahaya self-harm. Semua hasil diskusinya digambar dalam bentuk peta pikiran (mind mapping) yang kreatif. Supaya makin menarik, kelompok yang maju dipilih menggunakan roda putar atau spin wheel, jadi suasananya tetap hidup dan tidak membosankan.

Selanjutnya, pada sesi ketiga peserta diminta untuk mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan fasilitator mengenai kesehatan mental dan juga self harm serta pentingnya motivasi diri. Di sesi yang terakhir yaitu “Terimakasih Aku” sebagai bentuk implementasi dari cara berterimakasih dan memotivasi diri sendiri yang sebelumnya sudah dijelaskan pada sesi pemaparan materi dengan cara mendengarkan afirmasi positif yang disampaikan fasilitator dengan cara meminta peserta untuk meresapi diri dengan lagu dari Tulus yang berjudul “Diri”.

RISE Foundation melalui program HER Way berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Selama kami berkegiatan di SMPN 22 Tangerang, kami merasa senang sekali bisa berdiskusi dan berbagi soal isu-isu kesehatan. Melihat para siswi yang aktif dan berani bersuara menunjukkan betapa besarnya keingintahuan dan kepedulian mereka tentang kesehatan. Kami meyakini bahwa langkah ini akan menjadi awal terciptanya komunitas remaja yang lebih sehat, tangguh, dan peduli satu sama lain.

Melalui pengalaman ini, para siswi tidak hanya belajar dalam menghadapi tantangan masa depan, namun juga dipersiapkan menjadi penggerak bagi teman sebaya mereka. Harapan kami ke depannya, setiap siswa punya bekal yang cukup untuk berani mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan mereka sendiri. Kami juga sangat berterima kasih karena pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi positif seperti ini bisa berkelanjutan demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan suportif.

 

Facebook
X
Threads
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event Kami

Ruang Kata 4

Artikel Populer

Artikel Terkait

Translate »