Safe Space untuk Siswi: Cerita Implementasi Health Heroes di SMPN 10 Kota Tangerang.

 

Health Heroes Facilitator Kota Tangerang berhasil melakukan implementasi di SMPN 10 Kota Tangerang dengan Tim Fasilitator yang beranggotakan Fatimah, Andi, Tiara, dan Chintya yang dibersamai oleh tim RISE Foundation bekerja sama dengan Project HOPE dan didukung oleh Kimberly-Clark Corporation, Health Heroes menyelenggarakan program HER WAY atau SEKAR (Sehat, Berpengetahuan, dan Tangguh) dengan memberlakukan implementasi di beberapa sekolah Kota Tangerang salah satu yang kami datangi adalah SMPN 10 Kota Tangerang.

 

Acara ini berlangsung selama satu hari di tanggal 12 Maret 2026 dan dihadiri oleh siswi kelas 7 yang berjumlah 48 siswa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswi SMPN 10 Kota Tangerang terkait kesehatan reproduksi, Social Emotional Learning (SEL), serta kesehatan mental di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai batasan dan etika dalam membangun hubungan positif dengan teman sebaya maupun orang dewasa.

 

Melalui program ini, diharapkan para siswi dapat mengatasi berbagai perubahan dalam hubungan sosial dengan cara yang bijaksana, penuh percaya diri, serta sesuai dengan kenyamanan dan perspektifnya masing-masing.

 

Kegiatan dimulai dengan menyampaikan informasi tentang Apa itu RISE Foundation dan Health Heroes, disertai dengan sambutan dari Ibu Kriamonita selaku perwakilan guru di SMPN 10 Kota Tangerang. Sesi kami lanjutkan dengan mengisi pre test sebelum acara dimulai, kemudian dilanjutkan dengan salah satu materi yang berisi beberapa pernyataan dan diharapkan para siswi untuk mengenali perasaan masing-masing melalui arti dari setiap pernyataan tersebut.

Setelah sesi mengenali perasaan masing-masing selesai dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait hubungan sehat oleh Tim Health Heroes. Selama acara berlangsung, selama seluruh rangkaian acara, para peserta menunjukkan sikap kooperatif dengan mengikuti setiap instruksi dan arahan teknis secara baik.

 

Kami persiapkan kegiatan ini dengan maksimal seperti dimulai dari diskusi penentuan tanggal kegiatan, berkoordinasi dengan pihak sekolah, serta perlengkapan/kebutuhan alat yang kami gunakan selama melakukan implementasi ini. Namun, kami juga menghadapi tantangan disaat sesi berjalan dikarenakan Anak SMP memiliki energi fisik yang meluap dan rentang perhatian yang pendek, sehingga seringkali menjadikan mereka gagal fokus.

 

 

Tanpa keterlibatan aktif atau materi yang relevan dengan dunia mereka, siswa cenderung mencari stimulasi lain di dalam kelas yang menyebabkan suasana menjadi kurang terkendali. Meskipun begitu, tim kami dapat mengatasi masalah ini dengan cara melakukan beberapa metode Ice Breaking sehingga kembali fokus. Walaupun terdapat kekurangan namun respon yang mereka berikan terlihat dari ketepatan waktu dalam transisi antar sesi serta kemampuan untuk memahami dan mengimplementasikan panduan teknis tanpa kendala, sehingga menciptakan alur kegiatan yang efektif dan kondusif.

Pemberdayaan remaja perempuan di SMPN 10 Tangerang bukan hanya soal kesehatan fisik secara umum, melainkan tentang membangun kesadaran mendalam atas kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Melalui gerakan Health Heroes, kami membekali para siswa dengan pengetahuan yang benar sebagai fondasi perlindungan diri. Memahami hak-hak reproduksi dan kesehatan tubuh sejak dini adalah kunci utama agar remaja perempuan mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab bagi masa depan mereka sendiri. Dengan literasi kesehatan yang tepat, kita sedang memutus rantai ketidaktahuan yang seringkali merugikan perempuan.

 

Remaja yang memahami tubuhnya akan tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan berdaya. Kelak, saat mereka memasuki fase sebagai ibu muda, bekal pengetahuan ini akan menjadi modal penting dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, serta ketahanan keluarga. Inisiatif ini adalah langkah nyata untuk memastikan setiap perempuan memiliki kendali penuh atas hidupnya dan mampu menjalani setiap fase kehidupan dengan sehat dan bermanfaat.

 

Pengisian pre post test digunakan untuk dapat mengevaluasi sejauh mana para peserta mengerti terkait materi yang kami bawakan dan dari hasil persentase pre test menunjukkan mayoritas dari peserta sudah memiliki pemahaman yang cukup baik terkait relasi sehat sehingga data persentase dalam post test cukup baik dan positif, serta terdapat salah satu pernyataan yang memiliki sedikit penurunan yang sangat tipis sekitar 94% menjadi 93,6%. Namun, sebagian besar peserta tetap teguh pada pendiriannya melalui isi dari pre post test

 

Melalui hadirnya para fasilitator Health Heroes, lingkungan sekolah diharapkan bertransformasi menjadi ruang yang aman (safe space). Ketika seorang siswi memahami kesehatan reproduksinya, memiliki kecerdasan emosional yang baik, dan mampu menetapkan batasan yang sehat, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang resilien (tangguh) dan mampu berkontribusi positif bagi sekitarnya. Saat siswi merasa aman secara emosional dan paham akan hak reproduksinya, mereka dapat fokus meraih prestasi dengan maksimal.

Ini merupakan cerita lapangan dari tim kami di SMPN 10 Kota Tangerang, bagaimana ceritamu?

 

 

Facebook
X
Threads
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event Kami

Ruang Kata 4

Artikel Populer

Artikel Terkait

Translate »