“Memutus Rantai Kekerasan dari Sekolah” Implementasi Health Heroes Goes to school SMAS Islam Al Hasyimiyah Kota Tangerang.

Health Heroes Facilitator Kota Tangerang berhasil melakukan implementasi di SMAS Islam Al Hasyimiyah Kota Tangerang dibersamai oleh RISE Foundation yang bekerja sama dengan Project HOPE dan didukung oleh Kimberly-Clark Corporation, menyelenggarakan Health Heroes Facilitator Goes To School bagi Siswi Kelas 10, 11 & 12  SMA Kota Tangerang dalam program HER Way atau SEKAR (Sehat, Kaya Pengetahuan, dan Resilient).

Health Heroes Facilitator Goes To School merupakan bagian implementasi dari pelatihan luring yang telah dilakukan pada tanggal 26-27 Januari 2026 dan bertujuan agar Health Heroes Facilitator menjadi ujung tombak pendidikan kesehatan reproduksi, kesehatan mental, kesetaraan gender yang inklusif dan ramah remaja di sekolah dan masyarakat.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan program HER Way dan tujuan diselenggarakannya HHF Goes To School di wilayah ini diwakili Desvi Rosvikasari, Fawnia Zara Rachel dan Chintya Kusuma Ramadhany. Kepala Sekolah SMAS Islam Al Hasyimiyah Kota Tangerang, menyampaikan dukungannya secara penuh terhadap kegiatan ini dan berharap agar lebih banyak lagi program RISE Foundation yang diselenggarakan SMAS Islam Al Hasyimiyah Kota Tangerang sebagai bentuk kolaborasi yang mengintegrasikan sektor pendidikan dan kesehatan.

Isu kekerasan di lingkungan remaja, baik secara fisik, verbal, maupun di dunia maya (cyberbullying), menjadi tema yang di ambil oleh Facilitator yang bertugas di  SMAS Islam Al Hasyimiyah. Kegiatan ini lahir dari pemahaman bahwa kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga keamanan mental dan sosial. Para fasilitator yang sebelumnya telah dibekali materi oleh Rise Foundation kini turun langsung untuk mengedukasi rekan sejawat mereka di SMAS Islam Al Hasyimiyah mengenai batasan-batasan perilaku yang sehat dalam pergaulan.

“Kekerasan seringkali dimulai dari hal kecil yang dianggap normal, seperti ejekan atau catcalling. Melalui tema ini, kami ingin siswa berani berkata ‘tidak’ dan tahu ke mana harus melapor,” tegas salah satu pendidik fasilitator. Implementasi tema kekerasan ini dilakukan dengan berbagai pendekatan yang relevan bagi anak muda:

  1. Identifikasi Bentuk Kekerasan: Sesi edukasi untuk mengenali apa itu kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan kekerasan dalam pacaran (dating violence).
  2. Safe Space Discussion: Diskusi terbuka mengenai cara menciptakan ruang aman (safe space) di kelas dan sekolah.
  3. Penyusunan Alur Pelaporan: Sosialisasi mengenai sistem perlindungan siswa yang ada di sekolah, agar korban atau saksi tidak merasa takut untuk bersuara.
  4. Bermain Role Play: Mengenali Bentuk – Bentuk Kekerasan dalam Script Kasus yang telah Fasilitator Siapkan

Melalui Project Her Way, Rise Foundation memberikan kerangka kerja yang kuat bagi para fasilitator di SMAS Islam Al Hasyimiyah. Program ini menekankan pada pemberdayaan siswa (khususnya remaja putri) untuk memahami hak-hak atas tubuhnya dan hak untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang bebas dari tekanan serta kekerasan.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para siswa. Banyak yang merasa tercerahkan mengenai pentingnya consent (persetujuan) dan empati dalam berinteraksi.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, SMAS Islam Al Hasyimiyah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai anti-kekerasan dalam keseharian sekolah. Para Siswi yang telah hadir diharapkan menjadi mata dan telinga sekolah dalam mencegah terjadinya tindakan kekerasan di masa depan, Upaya ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan investasi untuk masa depan generasi yang lebih sehat, lebih berempati, dan lebih manusiawi dalam rangka mewujudkan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs).

Facebook
X
Threads
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event Kami

Ruang Kata 4

Artikel Populer

Artikel Terkait

Translate »