Squishy Sarana Pelepas Stres Kalangan Pelajar

Squishy-Sarana-Pelepas-Stres-Kalangan-Pelajar-healtheroes.id

Penggunaan squishy di kalangan pelajar kembali menjadi perhatian karena munculnya perbedaan pandangan mengenai manfaat dan dampaknya di sekolah. Bagi sebagian pelajar, squishy dapat menjadi benda sederhana untuk mengurangi ketegangan dan memberikan hiburan di tengah kesibukan belajar.

Namun, bagi sebagian guru, squishy justru dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi ketika digunakan selama pembelajaran. Perbedaan pandangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai apakah squishy sebaiknya dipandang sebagai sarana relaksasi atau justru sebagai distraksi bagi pelajar. 

Kepopulerahn Squishy yang Sempat Menjadi Tren

Squishy merupakan mainan berbahan lembut yang dapat diremas dan akan kembali ke bentuk semula setelah dilepaskan. Mainan ini tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan tekstur sehingga menarik bagi anak-anak maupun remaja.

Selain sebagai mainan dan barang koleksi, squishy juga dapat memberikan stimulasi melalui sentuhan ketika diremas. Karena penggunaannya sederhana, squishy kemudian sering dianggap sebagai salah satu benda yang dapat membantu seseorang merasa lebih rileks.

Popularitas squishy sempat meningkat sekitar tahun 2016 hingga 2018, terutama karena munculnya berbagai konten Youtube seperti Squishy Haul dan Squishy Challenge. Pada 2017, squishy bahkan menjadi salah satu tren mainan yang banyak diperbincangkan karena video yang memperlihatkan berbagai bentuk dan sensasi ketika squishy diremas.

Setelah popularitasnya sempat menurun, squishy kembali banyak muncul di media sosial pada 2026 melalui video pendek yang menampilkan aktivitas meremas dan teksturnya. Bagi pelajar, ketertarikan terhadap squishy tidak hanya berkaitan dengan bentuknya yang menarik, tetapi juga dengan aktivitas sederhana yang dapat dilakukan saat beristirahat.

Squishy Sebagai Sarana Pelepas Stress

Kehidupan pelajar sendiri tidak terlepas dari berbagai tuntutan, seperti tugas, ujian, kegiatan sekolah, dan tekanan akademik. Berdasarkan survei Stress in America yang dilakukan American Psychological Association, 45% remaja melaporkan bahwa mereka mengalami stres akibat tekanan sekolah.

Data di atas menunjukkan bahwa stres merupakan hal yang cukup umum dialami oleh orang muda khususnya di Amerika sehingga diperlukan cara yang sehat untuk mengelolanya. Dalam kondisi tersebut, aktivitas sederhana seperti meremas squishy dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu pelajar beristirahat sejenak dari kegiatan belajar.

Squishy dapat memberikan rasa rileks karena aktivitas meremasnya melibatkan stimulasi melalui sentuhan dan memberikan kegiatan sederhana bagi tangan. Penelitian mengenai fidgeting juga menunjukkan bahwa gerakan kecil dapat membantu sebagian siswa dalam mengatur perhatian, meskipun manfaatnya tidak selalu sama bagi setiap orang.

Salah satu penelitian terhadap siswa dengan ADHD menemukan adanya hubungan antara aktivitas fidgeting dan kemampuan mempertahankan perhatian ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi. Namun, penelitian tersebut membahas aktivitas fidgeting secara umum, bukan squishy secara khusus, sehingga squishy tidak dapat dianggap sebagai pengobatan medis untuk stres.

Selain sebagai sarana relaksasi, squishy juga dapat menjadi hiburan dan bentuk self-reward bagi pelajar. Bentuknya yang beragam dapat membuat squishy menjadi benda yang menyenangkan untuk digunakan setelah menyelesaikan tugas atau kegiatan sekolah.

Ditambah lagi ketika kita memberikan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan setelah belajar juga dapat membantu menciptakan batas antara waktu belajar dan waktu istirahat. Dengan demikian, squishy dapat digunakan sebagai salah satu bentuk hiburan sederhana selama tidak mengganggu kewajiban utama sebagai pelajar.

Tidak Selalu Menambah Fokus Pelajar

Meskipun demikian, penggunaan squishy tidak selalu sesuai dalam setiap situasi, terutama ketika pembelajaran sedang berlangsung. Beberapa guru melarang siswi membawa atau menggunakan squishy karena khawatir benda tersebut dapat mengalihkan perhatian dari materi yang sedang disampaikan.

Hal itu juga didukung oleh penelitian mengenai penggunaan benda fidget dalam pembelajaran. Sebuah penelitian terhadap tiga siswa sekolah dasar dengan kesulitan perhatian menemukan bahwa penggunaan Fidget Cube tidak meningkatkan keterlibatan akademik. Pada salah satu peserta, rata-rata keterlibatan akademiknya bahkan turun dari 81% menjadi 73% ketika Fidget Cube digunakan.

Penelitian lain terhadap 233 siswa juga menemukan bahwa penggunaan fidget spinner secara keseluruhan berdampak negatif terhadap performa akademik. Meskipun penelitian tersebut tidak menggunakan squishy, hasilnya menunjukkan bahwa benda yang dirancang untuk dimainkan dengan tangan tidak selalu membantu konsentrasi ketika digunakan selama pembelajaran.

Dari penelitian di atas bisa dipertimbangkan kalau manfaat suatu benda sangat bergantung pada situasi dan cara penggunaannya. Begitu juga dengan Squishy yang digunakan saat istirahat pun dapat berfungsi sebagai hiburan, tetapi ketika dimainkan ketika guru sedang menjelaskan justru menjadi distraksi.

Padangan Lain Tentang Squishy di Dunia Pelajar

Ada pandangan bahwa squishy hanyalah mainan sehingga tidak memiliki pengaruh berarti terhadap stres. Pandangan lain menyatakan bahwa membawa squishy merupakan pilihan pribadi selama pelajar menggunakan uang sendiri untuk membelinya.

Kedua pandangan tersebut perlu dipertimbangkan karena squishy memang bukan solusi utama untuk mengatasi stres dan setiap pelajar dapat memiliki pengalaman yang berbeda. Namun, keberadaannya tetap dapat memberikan manfaat sederhana sebagai hiburan atau sarana relaksasi apabila digunakan pada waktu yang tepat.

Baca Juga: Kesehatan Mental Remaja: Isu Penting yang Tidak Boleh Diabaikan

Pada akhirnya, squishy dapat menjadi salah satu sarana sederhana bagi pelajar untuk merasa lebih rileks ketika menghadapi tekanan sekolah. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan waktu, tempat, dan aturan yang berlaku agar tidak mengganggu proses pembelajaran.

Selain itu, Squishy sebaiknya dipandang sebagai hiburan atau bentuk relaksasi ringan, bukan sebagai pengganti istirahat yang cukup ataupun hobi. Dengan penggunaan yang bijak, squishy dapat menjadi bagian kecil dari cara pelajar menjaga keseimbangan antara belajar dan beristirahat.

Facebook
X
Threads
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Translate »