
Batasan diri dapat membantu seseorang memahami hal-hal yang membuatnya merasa aman dan nyaman, serta mengajarkan cara menghargai batasan orang lain. Dengan demikian, relasi yang terjalin dapat berlangsung secara sehat, aman, dan saling menghormati.
Menanggapi kondisi tersebut, tim Health Heroes Facilitator berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi remaja melalui program Heroes Goes to School. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di SMA Dharma Wanita 2 Tarik, Sidoarjo ini mengangkat tema “Bangun Relasi Sehat” untuk membantu para siswa dan siswi untuk dapat memahami pentingnya batasan diri sebagai fondasi awal dalam membangun relasi yang sehat.
Pentingnya Edukasi Membangun Relasi yang Sehat pada Remaja
Relasi yang sehat ditandai dengan adanya rasa saling menghormati, komunikasi baik, adanya kepercayaan, serta kemampuan untuk dapat memahami dan menghargai batasan diri sendiri maupun orang lain. Melalui relasi yang sehat, remaja dapat merasa diterima, aman, dan memiliki ruang untuk berkembang secara positif.
Namun sayangnya, tidak semua remaja memiliki pemahaman yang cukup mengenai ciri-ciri relasi yang sehat. Kurangnya edukasi mengenai hal ini dapat menyebabkan remaja kesulitan mengenali hubungan yang tidak sehat, merasa tertekan dalam pergaulan, hingga sulit mengungkapkan kebutuhan dan perasaannya secara terbuka.
Berdasakan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, beberapa dampak yang dapat muncul akibat kurangnya pemahaman mengenai relasi sehat pada remaja, antara lain:
1. Rentan Terjebak dalam Hubungan Tidak Sehat (Toxic Relationship)
Remaja dapat kesulitan membedakan relasi yang sehat dan manipulatif sehingga lebih rentan mengalami perlakuan yang merugikan secara fisik maupun emosional
2. Meningkatnya Risiko Gangguan Kesehatan Mental
Hubungan yang tidak sehat dapat memicu rasa stress berlebihan, kecemasan, serta menurunkan kesejahteraan emosional remaja.
3. Rendahnya Kesadaran akan Kesehatan Reproduksi
Kurangnya pemahaman mengenai persetujuan dan batasan diri dapat meningkatkan risiko perilaku seksual yang tidak aman.
4. Menurunnya Prestasi Akademik dan Interaksi Sosial
Permasalahan dalam relasi dapat mengganggu konsentrasi belajar, motivasi fokus akadrmik, serta hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.
5. Kesulitan Menetapkan dan Menghargai Batasan Diri Sendiri
Remaja dapat mengalami kesulitan dalam menyampaikan rasa ketidaknyamanan dan menghargai batasan pribadi dirinya maupun orang lain.
Oleh karena itu, edukasi mengenai relasi yang sehat menjadi hal penting untuk membantu remaja dalam membangun hubungan yang positif, aman, dan saling menghormati. Dengan pemahaman yang tepat, remaja diharapkan mampu menjalin relasi yang mendukung pertumbuhan diri serta menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Kenali, Bedakan, dan Bangun!

Kegiatan diawali dengan doa serta perkenalan dari pihak fasilitator Health Heroes. Kemudian dilanjutkan dengan sesi penulisan Dos and Don’ts yang disepakati oleh para peserta dan fasilitator Health Heroes.
Sesi awal diisi dengan permainan game “Lihat gambarnya, kenali orangnya”. Peserta diberikan secarik sticky note yang nantinya akan digambar oleh masing-masing peserta sebelum dibagikan secara acak ke peserta lain. Selama permainan berlangsung, peserta diminta untuk menebak siapa orang dibalik gambar, dan berkenalan serta mendengar cerita singkat dari pemilik gambar.
Kemudian, sesi dilanjutkan dengan pengisian pre-test untuk menguji kemampuan pemahaman peserta mengenai relasi yang sehat dan tidak sehat. Setelah itu, fasilitator Health Heroes memberikan pemaparan materi mengenai ciri-ciri relasi yang sehat, bentuk-bentuk hubungan yang kurang sehat, serta pentingnya komunikasi dan rasa saling menghargai dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Untuk memperdalam serta meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan studi kasus sederhana. Peserta diajak untuk mengenali berbagai situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian menentukan apakah situasi tersebut merupakan bentuk relasi yang sehat atau tidak sehat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk membedakan berbagai bentuk perilaku dalam hubungan pertemanan maupun lingkungan sosial mereka.
Kegiatan ditutup dengan sesi post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selanjutnya, acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi serta pembagian souvenir dari kolaborasi bersama GRAVITY untuk para peserta perempuan.
Pahami dan Bangun Relasi yang Sehat!
Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan oleh tim Health Heroes Facilitator, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mengenali karakteristik dan ciri dari hubungan yang sehat dan tidak sehat. Materi yang disampaikan melalui diskusi, permainan, dan studi kasus dalam membantu peserta memahami berbagai bentuk hubungan dan relasi yang baik.
Penyampaian materi yang interaktif memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pendapat serta berbagi pengalaman mengenai hubungan pertemanan yang mereka temui sehari-hari. Melalui proses ini, peserta dapat lebih mudah memahami pentingnya sikap saling menghargai, komunikasi yang baik, serta kemampuan untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan.
Melalui kegiatan Heroes Goes to School ini, diharapkan para peserta dapat lebih percaya diri dalam membangun hubungan yang positif, mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, serta mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman dan nyaman bagi diri sendiri maupun orang lain.
Referensi
- Source: Telkom University https://share.google/zLoP5NrRVWKEDOTYl
- Source: BINUS Psychology https://share.google/NA6dNs1IzDUhAyhMM
- Source: Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan https://share.google/pFKoJctnQkB10Ve0k


