Kenali dan Hadapi Masa Pubertas dengan Siap: Implementasi HHF Goes to Community di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Taman Sidoarjo.

Masa pubertas merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada tahap ini, remaja mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Perubahan-perubahan tersebut sering kali menimbulkan perasaan malu, bingung, atau bahkan menurunkan rasa percaya diri.

Menanggapi kondisi tersebut, kami tim Health Heroes Facilitator dari wilayah Sidoarjo, berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi para remaja dalam menghadapi perubahan pada masa peralihan. Melalui program Heroes Goes to Community yang dilaksanakan pada 22 Mei 2026 di pondok pesantren An-Nidhomiyah Taman, Sidoarjo.

Bersama dengan 16 santri dan 13 santriwati dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun, kami mengangkat tema “Aku Remaja” sebagai bahan pokok materi untuk membantu remaja menghadapi masa peralihan dengan siap dan percaya diri.

 

Pentingnya Edukasi Masa Peralihan pada Remaja

Menurut artikel dari Universitas Muhammadiyah Metro, edukasi masa peralihan sangat penting bagi remaja untuk membantu mereka memahami perubahan fisik serta gejolak perubahan emosional mereka. Edukasi ini mencegah kebingungan, mengurangi risiko perilaku menyimpang, serta menjadi pondasi penting untuk membentuk karakter serta masa depan yang lebih terarah.

Ketika remaja tidak mendapatkan informasi yang benar dari lingkungan yang aman, mereka cenderung mencari jawaban sendiri dari sumber lain yang salah.

Beberapa dampak negatif akibat minimnya edukasi masa peralihan pada remaja, di antaranya:

  1. Kurangnya rasa percaya diri akibat perubahan fisik yang tidak dipahami dengan baik.
  2. Munculnya kecemasan berlebih dan kebingungan terhadap perubahan tubuh maupun emosi yang dialami.
  3. Terbentuknya citra diri yang negatif, sehingga remaja lebih mudah merasa tidak puas dengan dirinya.
  4. Mudah terpengaruh informasi yang salah dari teman sebaya atau media sosial.
  5. Rendahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi, sehingga meningkatkan risiko perilaku yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, edukasi masa peralihan pada remaja ini menjadi penting untuk membantu remaja belajar mengenali perubahan dengan informasi yang tepat dan memahami bahwa setiap orang memiliki proses pertumbuhan yang berbeda dan semua itu merupakan masa peralihan yang alami pada kehidupan.

 

Kenali Perubahan Diri Lewat Permainan “Peta Diri”

permainan peta diri, kenali perubahan selama masa pubertas

Kegiatan dimulai dengan sesi doa dan perkenalan dari fasilitator Health Heroes Indonesia. Dilanjutkan dengan mengisi pre-test untuk mengetahui pemahaman awal santri serta santriwati Pondok Pesantren An-nidhomiyah Taman mengenai masa pubertas pada remaja. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan permainan interaktif yaitu peta diri.

Fasilitator HHF memberikan secarik kertas HVS dengan gambar anggota tubuh yang tidak diberi keterangan. Para santri maupun santriwati diminta untuk menuliskan perubahan pada bagian-bagian tubuh selama masa pubertas. Permainan membantu siswa memahami serta menguji pemahaman santri serta santriwati di tempat. Pendekatan ini membantu peserta untuk lebih aktif dalam menyampaikan pendapat dan diskusi antar teman sebaya.

Menurut Jurnal Indo-MathEdu Intellectuals, metode ajar ini terbukti secara signifikan dapat meningkatkan motivasi, mengatasi rasa malu, serta membuat materi yang awalnya dianggap tabu atau membosankan menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami karena keterlibatan emosional antar peserta.

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi mengenai perubahan pada laki-laki serta perempuan selama masa pubertas. Media ajar disampaikan secara bertahap dan sederhana, untuk membantu peserta memahami dengan jelas.

Kegiatan ditutup dengan sesi post test untuk menguji kembali pemahaman santri serta santriwati setelah mendapatkan pemaparan materi dari fasilitator HHF. Kemudian, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembagian souvenir dari kolaborasi bersama GRAVITY untuk santriwati di tempat.

 

Kenali dan Berani!

Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah kami berikan, santri beserta santriwati ponfok pesantren An-nidhomiyah menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta cara menyikapi perubahan diri secara positif. Materi yang disampaikan melalui permainan dan pemaparan yang interaktif juga membantu peserta memahami bahwa pubertas merupakan proses alami yang dialami setiap oranh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat lebih percaya diri dalam menghadapi masa peralihan menuju dewasa, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kenali Perubahan Tanpa Rasa Malu dan Takut

Masa pubertas merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang setiap remaja. Kita semua mengalami perubahan dengan waktu dan cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengenali perubahan pada dirinya tanpa perlu merasa malu ataupun takut.

Melalui kegiatan HHF Goes to Community ini, para santri dan santriwati Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Taman, Sidoarjo diharapkan dapat memahami masa pubertas dengan lebih baik, membangun rasa percaya diri, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, peserta diharapkan dapat menghadapi masa peralihan menuju dewasa secara sehat, positif, dan bertanggung jawab.

 

Sumber

  • Source: Gramedia.com https://share.google/Mgfq94nVSi0D2om0Z
  • Source: ojs.ummetro.ac.id https://share.google/bcdq4U19lEJ3VTNKj
  • Source: Jurnal Global Health https://share.google/I9hYr8UgimW5mwBoO
  • Source: Indo-MathEdu Intellectuals Journal https://share.google/KkR43AnZ8AFidKuRK

 

 

 

Facebook
X
Threads
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event Kami

Ruang Kata 4

Artikel Populer

Artikel Terkait

Translate »