
Masa remaja merupakan salah satu fase penting dalam proses pembentukan identitas diri. Pada tahap ini, remaja mulai dapat membangun hubungan yang lebih luas dengan teman sebaya, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Dalam proses tersebut, kemampuan untuk mengenali serta menjaga batasan diri menjadi salah satu bentuk pertahanan penting agar remaja dapat membangun relasi yang sehat, aman, dan saling menghargai.
Namun sayangnya, tidak semua remaja memahami bahwa setiap orang memiliki batasan pribadi yang perlu dihargai, baik fisik, emosional, maupun secara sosial. Kurangnya pemahaman mengenai batasan diri dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam berinteraksi, kesulitan mengungkapkan pendapat, serta rentan akan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menanggapi kondisi tersebut, kami tim Health Heroes Facilitator, berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi para remaja dalam mengenali dan membentuk batasan diri. Melalui program Heroes Goes to School yang dilaksanakan pada 23 Mei 2026 yang bertepatan di SMPN 1 Tarik, Sidoarjo.
Bersama dengan siswa siswi dengan rentang usia 13 hingga 16 tahun, kami mengangkat tema “Personal Boundaries” sebagai bahan pokok materi untuk membantu remaja mengenali dan membentuk batasan diri dalam menghadapi masa pubertas.
Pentingnya Edukasi Batasan Diri dalam Menghadapi Masa Pubertas
Menurut Jurnal dari GudangJurnal, Batasan diri dipahami bukan sebagai sikap menolak atau menjauh, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap tekanan emosional dan sosial yang tidak sehat. Melalui edukasi “Batasan Diri” pada remaja, diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi remaja dalam mengenali kebutuhan diri, membangun kepercayaan diri, serta menciptakan ruang aman untuk bertumbuh.
Ketika remaja tidak mendapatkan pemaparan yang tepat terkait batasan diri pada remaja, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam membedakanmembedakam situasi yang membuat dirinya nyaman maupun tidak nyaman. Akibatnya, remaja dapat merasa tertekan, sulit menolak ajakan yang merugikan dirinya, serta kesulitan mengungkapkan pendapat atau perasaannya kepada orang lain.
Beberapa dampak yang dapat muncul akibat kurangnya pemahaman mengenai batasan diri pada remaja, antara lain:
- Sulit mengatakan “tidak” terhadap ajakan atau tekanan yang cenderung merugikan dari teman sebaya maupun lingkungan
- Kesulitan mengekspresikan perasaan dan kebutuhan pribadi secara sehat dan jujur, karena takut mendapat komentar negatif dari sekitar
- Menurunnya rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain serta lingkungan
- Rentan terjebak dalam hubungan tidak sehat baik di lingkungan pertemanan, maupun diri sendiri
- Kurangnya kesadaran untuk menghargai batasan diri sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu, edukasi mengenai batasan diri menjadi penting untuk dapat membantu remaja memahami hak atas ruang pribadi yang nyaman dan aman, mengelola emosi dengan baik, serta membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai. Dengan pemahaman yang tepat, remaja diharapkan mampu menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Kenali Batasan Diri Lewat Permainan “Lingkaran Tentang Aku dan Sekitarku”

Kegiatan dimulai dengan sesi doa dan perkenalan dari fasilitator Health Heroes Indonesia. Dilanjutkan dengan mengisi pre-test untuk mengetahui pemahaman awal para siswi SMPN 1 Tarik Sidoarjo mengenai batasan diri yang aman pada remaja. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penulisan Do and Don’t yang disepakati oleh peserta selama program berlangsung.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang sederhana dan jelas mengenai Batasan Diri dan Relasi Sehat, yang bertujuan untuk membantu peserta memahami dan mulai membentuk batasan diri sebagai upaya perlindungan terhadap lingkungan serta hubungan yang tidak sehat
Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan permainan interaktif yaitu “Lingkaran Tentang Aku dan Sekitarku”. Fasilitator Health Heroes membagikan secarik kertas HVS kosong, serta memberikan arahan terpadu melalui ppt yang ada. Para siswi diminta untuk menuliskan lingkar aman, kenal, dan jauh miliknya masing masing. Melalui permainan ini siswi dapat memahami betul siapa saja orang yang mereka anggap aman.
Kegiatan ditutup dengan sesi post test untuk menguji kembali pemahaman peserta setelah mendapatkan pemaparan materi dari fasilitator Health Heroes. Kemudian, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembagian souvenir dari kolaborasi bersama GRAVITY untuk siswi SMPN 1 Tarik Sidoarjo.
Pahami dan Ciptakan!
Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah tim Health Heroes Fasilitator berikan, para siswi SMPN 1 Tarik menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai batasan diri dan hubungan dengan relasi yang sehat. Materi yang disampaikan melalui permainan “Lingkaran Tentang Aku dan Sekitarku” menunjukkan seberapa paham peserta akan seseorang maupun lingkungan yang mereka anggap aman, kenal, dan jauh.
Pemaparan materi yang interaktif juga membantu peserta memahami bahwa batasan diri dan membangun hubungan relasi yang sehat merupakan usaha untuk menjadi bentuk pertahanan penting bagi remaja dalam masa pubertas.
Melalui kegiatan Heroes Go To School ini, diharapkan para peserta dapat lebih percaya diri serta mengerti seberapa besar pengaruh dampak relasi sehat juga pembentukan batasan diri bagi kenyamanan serta keamanan diri mereka masing-masing.
Aku Berharga, Aku Punya Batas.
Setiap remaja berhak untuk merasa aman, nyaman, dihargai, dan didengar. Mengenali serta membentuk batasan diri adalah upaya untuk menjaga kenyamanan dan kesejahteraan diri dalam menjalin hubungan dengan lingkungan pertemanan, keluarga, maupun sekitar.
Melalui program Heroes Goes to School ini, Health Heroes Facilitator berharap para siswi SMPN 1 Tarik Sidoarjo dapat memahami bahwa setiap oranh memiliki hak untuk membentum batasan pribadi yang sehat dan saling menghargai batasan orang lain
Dengan bekal pengetahuan yang tepat, remaja diharapkan dapatmembangun relasi yang sehat, mengambil keputusan dengan bijak, serta menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Sumber
- Source: Gudang Jurnal https://gudangjurnal.com/index.php/gjpm/article/download/1553/1489#:~:text=Batasan%20diri%20mulai%20dipahami%20bukan,menciptakan%20ruang%20aman%20untuk%20bertumbuh.
- Source: Alodokter https://share.google/cXYKrNmJAlRdLHMaY
- Source: Yayasan Gemilang Sehat Indonesia https://share.google/dU9nPzjmZjBm2J4jA


