Menstruasi adalah salah satu proses biologis yang paling penting dan kompleks dalam tubuh seorang perempuan. Berdasarkan artikel dari Cleveland Clinic, menstruasi atau juga haid dan menses merupakan proses bulanan dimana lapisan rahim (endometrium) meluruh.
Setelah meluruh maka darah menstruasi yang keluar sebenarnya adalah campuran antar darah dan jaringan dari dalam dinding rahim. Zat ini mengalir dari rahim, melewati serviks (leher rahim), dan akhirnya keluar dari tubuh melalui vagina.
Mengapa Tubuh Butuh Menstruasi
Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa tubuh butuh menstruasi. Menurut website Healthy Optimal Periods for Everyone (HOPE), lapisan rahim merupakan tempat dimana embrio akan berkembang jika terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Lapisan rahim ini akan menebal demi memungkinkannya sel telur yang telah dibuahi menempel (implantasi).
Namun, jika pembuahan tidak terjadi, lapisan yang menebal tersebut harus dibuang. Maka menstruasi harus dilakukan agar mencegah penumpukan lapisan dinding rahim yang berlebihan. Nantinya rahim sendiri akan menumbuhkan lapisan endometrium yang baru pada siklus berikutnya. Jadi ketika seorang perempuan sedang hamil dan tidak mengalami menstruasi itu masih terhitung wajar.
Empat Fase Menstruasi dalam Satu Siklus
Siklus menstruasi adalah urutan dalam mempersiapkan kemungkinan kehamilan dan ini berlangsung setiap bulan. Berdasarkan Cleveland Clinic ada empat fase utama dalam menstruasi, yaitu:
- Fase Menstruasi (Menses)
Fase ini adalah dimulai pada hari pertama Anda mengeluarkan darah dan berlangsung ketika lapisan rahim sedang luruh ke bawah karena tidak terjadi pembuahan.
- Fase Folikuler
Ini adalah fase dimana terjadinya tumpang tindih dengan menses. Dimulai dari hari pertama haid hingga waktu ovulasi. Hormon estrogen meningkat tajam untuk menebalkan endometrium kembali.
Sementara itu, di fase ini juga Follicle-stimulating hormone (FSH) akan memicu folikel di ovarium untuk tumbuh, dimana salah satunya akan menjadi sel telur matang (ovum) pada hari ke-10 hingga 14.
- Ovulasi
Untuk ini terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus 28 hari. Lonjakan hormon Luteinizing (LH) yang tiba-tiba memaksa ovarium untuk melepaskan sel telur matangnya ke tuba falopi.
- Fase Luteal
Setelah fase ovulasi maka menstruasi ini masuk ke fase luteal yang terjadi dari hari ke-15 hingga 28. Ini terjadi ketika sel telur berjalan menuju rahim, hormon progesteron meningkat untuk menyiapkan dinding rahim. Jika telur tidak dibuahi, kadar estrogen dan progesteron akan kembali luruh sehingga terjadi siklus menses yang baru.
Rata-rata Siklus Menstruasi
Rata-rata untuk siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari, meskipun ada juga yang berdurasi sekitar 10 hari dan 21 hari maka itu masih tergolong normal. Walaupun ada beberapa kasus dimana orang mengalami siklus menstruasi selama 35 hari ini.
Untuk lamanya pendarahan maka biasanya terjadi dalam rentan waktu tiga sampai delapan hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar dua sampai tiga sendok makan.
Menstruasi juga biasanya dimulai dari usia 12 tahun tapi ada juga beberapa kasus yang dimulai dari 8 tahun atau lebih lambat seperti 16 tahun dan akan berakhir secara permanen pada fase menopause, sekitar usia 51 tahun.
Siklus ini akan berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Pada usia remaja, sangat wajar siklus lebih panjang, tidak teratur, atau pendarahannya lebih banyak. Pada usia ini dibutuhkan sekitar tiga tahun bagi tubuh remaja mengalami siklus menstruasi yang stabil.
Ketika memasuki usia 20-an siklus menjadi lebih konsisten dan akan kembali berubah menjadi tidak teratur ketika wanita mendekati masa menopause atau setelah melahirkan.
Sepanjang masa menstruasi perempuan biasanya mengalami gejala seperti kram di area panggul atau lebih tepatnya rahim. Ini terjadi karena rahim sedang berkontraksi untuk melepaskan lapisannya. Selain itu ada juga gejala lain seperti perubahan suasana hati, perut kembung, hingga jerawat.
Baca juga: Kesehatan dan Kebersihan Reproduksi Remaja
Menstruasi di Dunia Hewan
Sebagai informasi tambahan, menstruasi sangat jarang terjadi pada hewan dan hampir secara khusus terjadi pada manusia, khususnya perempuan, primata dunia lama seperti lutung, babon, dan makaka. Ini juga terjadi pada sengi atau elephant shrew, kelelawar buah, dan jenis tikus tertentu.
Semua hewan ada dasarnya memiliki mekanisme berbeda, jika mereka tidak hamil nanti tubuh mereka akan menyerap kembali atau reabsorpsi endometrium tersebut dan tidak mengeluarkannya menjadi darah.
Hingga detik ini, sains pun belum sepenuhnya memahami kenapa beberapa spesies harus mengalami menstruasi dan kenapa ada yang tidak.
Dari sini kita tahu bahwa memahami siklus menstruasi dapat membantu kita lebih mengenal tentang diri kita sendiri secara biologis. Selain itu dengan paham hal ini juga kita bisa lebih mendeteksi ketidakteraturan seperti pendarahan yang sangat parah atau tidak menstruasi berbulan-bulan sebagai langkah awal menjaga kesehatan reproduksi.
Referensi:
Cleveland Clinic. (2022, 9 Desember). Menstrual cycle. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10132-menstrual-cycle
The University of Edinburgh. (2024, 10 September). What is menstruation? https://reproductive-health.ed.ac.uk/hope/what-is-menstruation


